Akhirnya ketemu juga dengan waroeng sego kucing di pinggir Jakarta, di Ciputat tepatnya. Waroeng dengan judul “HIK SOLO LESEHAN ROSO JOYO” ini dikelola oleh sepasang suami istri yang ngakunya berasal dari Solo, tapi setelah di interogasi ternyata aseli orang Sragen. Sego kucing….???, mungkin terdengar agak aneh di telinga beberapa temans, atau mungkin juga banyak kuping yang udah bosen denger kata-kata ini karena sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari “their daily life” , apa sih sego kucing itu….???bukan berarti makanan kucing loh(walaupun sebenernya pantes juga di jadiin makanan kucing). Pokoknya bagi teman-teman yang dulu pernah kuliah dan hidup di Jogja, Semarang, Solo, dan sekitarnya pasti tau apa yang dinamakan sego kucing, walaupun ada perbedaan nama di masing-masing daerah, rata-rata sama rasa sama rupa, tapi beda harga. Kalau di Jogja dan Semarang biasa di sebut warung angkringan atau kucingan, kalo di Solo biasa di sebut “sego hik” karena sesendok setelah makan nasi ini, bisa di pastikan anda langsung cegukan yang terdengar “hik..hik..hik” gitu, itu karena nasi yang keras di tambah dengan sambal teri yang di tambahkan dalam sebungkus sego kucing menimbulkan reaksi kimiawi di sarkofaghus dan lidah .
Ini dia bungkusan sego kucing yang sedang di pajang, menunggu kaum marginal memungut mereka untuk di jadikan tumbal perut-perut mereka. Sebungkus sego kucing berisi kira-kira dua sampai 3 suap nasi ukuran tangan orang dewasa, yaaa kalau saja untuk orang seukuran Ade Rai keadaan lapar bisa menghabiskan 10 bungkus sego kucing ini. Biasanya waroeng angkringan/sego kucing di lengkapi dengan lauk pauk yang sangat istimewa dan menarik lidah untuk mengecapnya, beraneka gorengan, tempe & tahu bacem, sate telor puyuh, sate usus dan ati ampela, di tambah minuman / wedhang teh-sepet, susu jahe, teh-jahe, jahe anget, dan bisa juga di tambah dengan es batu sesuai selera. Coba lihat gambar-gambar di bawah ini, di jamin keluar semua enzim yang ada di kerongkongan. 

Yang istimewa di waroeng sego kucing yang tepatnya ada di depan pasar baru Ciputat ini ada menu dengan nama “GARANG ASEM CAKAR”. Rasanya mantap, di racik dengan bumbu yang berani di tambah dengan irisan-irisan cabe hijau semakin menambah mantap rasanya, MAK NYUSS deh kalo pinjem kata-kata Pak Bondan.
Menu garang Asem tersedia juga dengan isi sayap ayam, dan di jamin sudah empuk dan bisa di makan sekalian tulang-tulangnya deh.
Dengan harga sebungkus nasi Rp. 1.500,-, minuman Rp. 2.000,-,sepotong cakar goreng Rp. 500,-, @gorengan & bacem Rp. 500,- @ garang asem Rp. 5.000,- dijamin habis duit Rp. 10.000,- perut udah “MELE_MELE” kekenyangan.Harga yang pas untuk ukuran makan di Jakarta.
Malam ini secara sengaja menangkap penampakan seorang pelanggan yang tampaknya sangat puas dengan layanan dan menu yang ada di waroeng sego kucing Roso Joyo, setelah selesai makan dan sambil menyedot “ice tea” nya yang tinggal es batunya doang:
dan aku jepret juga bapak ibu penjual sego kucing ini yang sedang membuat minuman pesanan pelanggan.
semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk temen-temen, minimal bisa mengobati rasa kangen makan di kampung halaman, menjadi alternatif kuliner di Jakarta, dan bagi temen-temen yang punya insting bisnis yang tajam bisa menjadi inspirasi untuk menambah pundi-pundi kekayaan mereka.
Jangan lupa kalau temen-temen lewat daerah Ciputat, selatan pasar ciputat, arah pondok cabe, setelah minimarket Tip-top kira-kira 100 meters di sebelah kiri ada waroeng “HIK SOLO LESEHAN ROSO JOYO” Sedia NAsi Kucing, Garang Asem Ceker, Wedang Jahe, Susu Jahe, Kopi, dan Es Teh Manis.
aw.









yaa, ibuk kayaknya nggak baca sampai terakhir ya???deket kantor tempatnya buk.
he..he, siapapun yg berasal dari daerah di sekitar Solo(Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Wonogiri), selalu ngaku orang solo. Kalo emang pas lagi laper banget yo minimal 4 bungkus to pak…
wa..ka..ka..ka, bisa aja ni si bos. Emang makan HIK bisa terasa romantis ya…??atau Rokok Makan Gratis…???(pacaran sama anak tukang HIK-nya)atau malah jangan-jangan dulu di Solo Darmaji( Dahar Lima Ngaku Siji…)ha..ha..ha.
kayaknya boleh juga tu mas, sayangnya aku nggak/belum pernah “ngambah” sampe situ. ada lagi di depan POINT Square di Lebak Bulus. Baru juga sepertinya.
kalo hik solo aku belom pernah bisa menikmatinya fit, kalo angkringan jogja sih, gak ada lawaaaaannnnnn….he2.
mkasih banyak tas info nya mas aq tambah ngiler jdi nya he he he sruuuuuuupppppppppzz
wuuaaah asyiiek yeah, di ibukota ada nasi / segooo yg dikhususkan untuk kucing, biar kucing-kucing tidak berkeliaran di jalan-jalan. waktu guek di jaksel beloon ada deeh. padahal kami bernenek moyang kucing guaroong ong ong. kapan-kapan tak carinya.
ini mah tongkrongan saya selepas kerja, tepatnya di prapatan pekayon, terkenal tuh, enak dan murah, apalagi pelayanannya baik2 banget, anehnya kebanyakan yg makan disitu pake mobil dan kemeja rapih.. mungkin mereka dah bosen makanan mewah…
di bali namanya nasi jenggo, yg jualan cewek abg2 gt dech….tp tetep sego kucing yg paling mak nyuuus…