
Dapat kesempatan mengunjungi Mamuju di Sulawesi Barat. Kalau nggak karena perintah Bos, gak bakalan juga nyampai Mamuju, salah satu provinsi termuda di Indonesia ( pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan).
Provinsi Sulawesi Barat sendiri terdiri dari Kabupaten Mamuju (sekaligus sebagai Ibukota provinsi), Majene, Mamasa, Mamuju Utara, dan Polewali Mamasa).
Perjalanan ke Sulawesi Barat – ke Mamuju dari Jakarta bisa di tempuh dengan 2 pilihan:
- Pesawat Jakarta- Makasar , nyambung naik Bus Makasar-Mamuju semalaman ( itungannnya seperti naik Bus dari Jakarta ke jawa Tengah).
- Pesawat Jakarta – Makasar – Mamuju, sudah ada jadwal penerbangan — khusus LION AIR– ada connecting flight-nya. Jadi nggak perlu kuatir lagi ketinggalan pesawat karena delay alasan operasional, teknis, maupun human reason. Karena jam berapapun anda sampai ke Makasar, pasti di tunggu oleh pesawat yg ke Mamuju.
Untuk penerbangan dari Jakarta – Makasar – Mamuju, sy naik Lion Air (boeing 737-900) dengan jadwal penerbangan Jam 06.00 WIB dari Jakarta dan sampai di Makasar pada jam 09.20 WITA, lalu diteruskan dengan pesawat ATR-72-500 Wings Air ke Mamuju dengan lama penerbangan 50 menit.
Pesawat ATR-72-500 ini adalah pesawat baru buatan Perancis yang oleh Lion Air / Wings Air di pakai untuk rute-rute perintis, khusus ke daerah Indonesia bagian timur dengan kapasitas 78 penumpang, dan 2 pramugari cantik — sebatas yang saya temui.
Sampai Mamuju, ternyata landasan bandaranya masih sangat pendek, dan bangunan bandaranya juga masih sangat kecil — wajar memang, mengingat Sulbar adalah Provinsi yg masih Balita — . Salut untuk Wings Air yang sudah mengadakan penerbangan Makasar – Mamuju.
Dari Bandara, kita bisa naik taksi ( saat ini baru ada 6 Taksi yang beredar) ke Mamuju dengan tarif standar 110 – 125 ribu rupiah dengan jarak kira2 30-an km dan waktu tempuh kira2 40 menit.
Kota Mamuju sendiri adalah sebuah kota kecil di pesisir pantai, yang saya lihat keramaiannya sedikit di bawah ibukota kabupaten yang ada di Pulau Jawa. Yang membedakannya adalah, Mamuju punya dermaga, yang salah satunya adalah Kapal Ferry Mamuju – Balikpapan tiap hari berangkat pukul 18.00 WITA. Ferry ini selain mengangkut orang, biasanya juga dipakai untuk mengangkut hasil bumi dari Mamuju dan sebaliknya.

Menjelang sore, di sepanjang pantai Mamuju -- Saraba, Gorengan, Roti bakar, Kelapa muda, dan cewek Mamuju
Melihat geliat yang sedang terjadi, Mamuju sendiri menurut penilaian saya sangat berpotensi untuk menjadi salah satu obyek kunjungan wisata — terutama potensi akan sebuah pulau yang ada di teluk Mamuju, andai saja investor melihat peluang ini, dan Pulau yang ada di teluk ini di sulap menjadi arena wisata dan olahraga air, 1000 % wisatawan akan berbondong-bondong mendatangi tempat ini.
Beberapa gambar yang sempet saya ambil di sekitaran Mamuju dan Makasar:
Terimakasih kepada Bapak Wahyu, Arifin, Ikhsan, Ibu Arnida dan kawan-kawna semua yang telah menjadi tuan rumah yang sangat baik untuk kami. Mudah2an lain waktu bisa singgah lagi di Mamuju.





















Photo “POLWANnya” mana nich ??? koq gak di upload ???
lain kali rasakan…landing di pegunungan bintang papua…..
Informasinya sangat berguna…. Thanks…. Hampir saja naik bis dr Makassar…. Ternyata sudah ada Wings toh… Thx
kembali kasih juragan…mau mancing dimana nih juragan..??boleh saya diajak, jadi tukang angkut2pun brangkatttt…….
hehehe… belum ada seat kosong nih bos… kog juragan, situ yang juragan…. kita cuma kuli mancing kog…
Trms. Mas, tulisannya sangat membantu, Saya akan diitugaskan ke Mamuju minggu depan untuk pertama kali.